Rabu, 07 Desember 2011

Program Studi Oseanografi (S1)

Kondisi geografis Indonesia yang strategis dan fakta fisik bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki luas laut 62 % dari luas teritorialnya menjadikan sumber daya pesisir dan lautan sebagai sumber devisa yang penting dan bermanfaat bagi pembangunan nasional. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai pengetahuan yang memadai dan mampu berperan serta berkonstribusi pada pembangunan bangsa dari sektor kelautan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan SDM tersebut didirikanlah Program Studi (PS) Oseanografi ITB pada tahun 1998.
Kurikulum PS Oseanografi tingkat sarjana (S1) didesain dalam delapan semester (4 tahun) dengan 144 Satuan Kredit Semester (SKS) dan pada tahun akademik baru PS Oseanografi ITB menerima mahasiswa dengan daya tampung 35 orang. Sumber masukan untuk PS Oseanografi ITB adalah lulusan SLTA dalam bidang eksakta yang memiliki dasar yang kuat dalam bidang ilmu matematika, fisika, dan ilmu pengetahuan alam.

Lingkup Pendidikan dan Pengajaran

Oseanografi adalah ilmu yang mempelajari proses-proses fisis dan dinamis air laut. Ahli Oseanografi mendedikasikan bidang kajiannya pada masalah-masalah kelautan dalam skala lokal, regional, dan global baik yang bersifat kajian murni (pure research) maupun kajian terapan yang dapat menunjang kajian lingkungan laut dan pesisir, dan menunjang eksplorasi sumber daya laut, serta menunjang pengembangan dan penerapan rekayasa dan teknologi kelautan.
Kajian yang dipelajari di PS Oseanografi ITB meliputi proses-proses fisis dan dinamis air laut mulai yang bersifat teoritik sampai dengan terapannya seperti studi dinamika pasang surut, arus laut, gelombang laut, interaksi laut-atmosfer, tsunami, dinamika ekosistem laut, prediksi daerah upwelling untuk fishing ground, penggerusan dan pengendapan sedimen pantai hingga penyebaran tumpahan minyak dan polutan lainnya di laut. Daerah kajian yang ditinjau mulai dari hulu sungai, estuari, perairan pantai, dan perairan laut lepas. Observasi lapangan, studi laboratorium, pemodelan dan simulasi komputer, serta aplikasi penginderaan jauh (remote sensing) merupakan metode utama dalam keilmuan ini.
Bidang penelitian yang dikembangkan saat ini untuk mendukung proses pendidikan di PS Oseanografi ITB adalah: Dinamika Ekosistem Lingkungan Laut, Energi Alternatif dari Laut, Bencana Laut dan Mitigasinya, Pemodelan Oseanografi, Manajemen Pantai, Aplikasi Gelombang Internal dan Akustik Bawah Laut dalam Bidang Militer, dan Interaksi Atmosfer Laut.

Aplikasi Osenografi

Pemanfaatan dan aplikasi ilmu oseanografi sangat luas. PS Oseanografi ITB telah menjalin kemitraan dengan berbagai instansi/institusi pemerintah dan swasta dalam penggunaan hasil kajian oseanografi di perairan Indonesia dalam berbagai bidang seperti: (1) manajemen lingkungan laut untuk pola sirkulasi air laut, pasang surut dan transport laut, penambangan pasir laut, dan penyebaran limbah panas di sekitar PLTU; (2) rekayasa kelautan seperti reklamasi pantai, perubahan garis pantai, medan gelombang di sekitar bangunan pantai, serta refraksi dan difraksi gelombang; (3) bencana alam seperti sistem peringatan dini dan pemodelan tsunami; (4) ekologi dan lingkungan seperti distribusi nitrogen dan dinamika ekosistem laut; (5) perikanan: prediksi daerah upwelling; (6) pertahanan laut: internal wave dan penjalaran gelombang akustik; (7) interaksi laut atmosfer seperti wave climate, El Niño dan La Niña, dsb.

Sarana dan Prasarana

Proses penelitian dan pendidikan di PS Oseanografi ITB didukung dengan berbagai fasilitas dan laboratorium seperti :
1. Laboratorium Oseanografi Pantai
2. Laboratorium Oseanografi Regional dan Teoritik
3. Laboratorium Layanan: Komputasi Geosains
4. Perpustakaan Umum dan Jaringan Informasi berbasis web
5. Peralatan survei antara lain tide gauge, aquadopp current profiler, dan water quality checker U-10
6. Komputer yang dilengkapi LAN dan Internet 

Prospek Kerja

Lulusan PS Oseanografi ITB memiliki peluang untuk berkiprah dalam bidang: (1) pendidikan, baik di perguruan tinggi negeri atau swasta; (2) penelitian, seperti Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), BPPT, Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Puslit Air (Departemen PU), DISHIDROS TNI AL, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPGL), BATAN, Bakosurtanal, PEMDA, dan perguruan tinggi luar negeri (a.l.: Columbia University, USA; Kiel University dan Hamburg University, Germany; Tohoku University, Hiroshima University, dan Kyoto University, Japan; Utrecht University, TU Delft, WL | Delft Hydraulics, dan Twente University, The Netherlands).; (3) eksplorasi perminyakan lepas pantai, misalnya di Pertamina dan Schlumberger; (4) konsultan, a.l.: di bidang lingkungan dan teknologi informasi; (5) perusahaan survei swasta asing dan nasional; (6) serta dapat pula bekerja di bidang lain di luar Oseanografi seperti bidang manajemen, jurnalistik, wirausaha, dll. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar